Saturday, March 21, 2009

Elegi Menggapai sang Maha Suci

Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada Mu keselamatan pada agama, kesehatan badan, tambahan ilmu pengetahuan, keberkahan rizqi, taubat sebelum mati, rahmat ketika mati dan ampunan setelah mati. Ya Allah, ringankanlah sekarat-maut (kami), selamat dari neraka dan ampunan pada hari diperhitungkan amal. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau berikan petunjuk, dan karuniakanlah kami rahmat dari sisi-Mu, karena sesungguhnya Engkau Maha Pemberi (karunia). Ya Tuhan kami, berilah kami kebahagiaan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta hindarkanlah kami dari siksa neraka. Maha Suci Tuhanku, Tuhan Pemilik kemuliaan, dari apa yang mereka (orang-orang kafir) katakan. Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada para Utusan. Segala puji bagi Allah, Tuhan Pemelihara alam semesta. Amien (Di ambil dari kumpulan doa selamat)

10 comments:

hardiyanto_pmatnrc said...

Amin...Amin... Amin... Amin... Amin... Amin... Amin... Amin... Amin... Amin... Amin... Amin... Amin... Amin... Amin... Amin... Amin... Yaa Rabbal'alamin!!!

ARIF MUNANDAR said...

bismillah.
memang pak, kita selalu diwajibkan berdzikir dimana saja, kapan saja (bukan pada saat sholat aja) bahkan setiap kedipan mata dan tarikan nafas (idealnya) disertai dengan dzikir padaNya,kita semua mencoba mencapai idealnya. tetapi yang menjadi pertanyaanku, bagaimana saat kita sedang tertidur? apakah memang ada tekniknya? teknik yang dilakukan secara sadar dapatkan membuahkan hasil pada dimensi alam bawah sadar kita?
paling tidak, saat ini saya baru tau do'a mau tidur+bangun tidur saja, sedangkan pas tidur, tak tau bagaimana harus berdzikir...

Dr. Marsigit, M.A said...

Arif Munandar, tolong pertanyaanmu diingat-ingat dan ditanyakan kembali ketika kuliah yad. Akan kita terangkan panjang lebar, walaupun saya tahu semua kalimatku tidaklah cuckup untuk menjelaskannya.

dewiervianita_philosphy said...

Elegi Menggapai Sang Maha suci
Saya percaya dan yakin bahwa ada kekuatan di luar dari diri manusia dzat yang mengatur segala sesuatu sampai hal sekecil partikel atom.Manusia menyebutnya Tuhan,Allah,Sang Hyang Widhi,God.Berbahagialah orang yang tidak melihat tetapi yakin dan percaya.Segala sesuatu yang dilakukan manusia mengandung doa atas kesempatan hidup ini untuk mencari ketentraman jiwa karena manusia bukan hidup dari fisik/jasmani saja melainkan juga roh.Untuk menggapai Sang Maha Suci diperlukan keseimbangan jasmaniah dengan rohaniah.Sebenarnya manusia tidak perlu mencari Tuhan sampai ke ujung dunia tetapi lihat disekiling kita selain kita menyembah-Nya.Tuhan Maha Mengetahui apa yang dilakukan umat-Nya maka lakukanlah kewajiban kita kepada-Nya dan kepada sesama untuk mengharapkan rahmat-Nya.
Dewi Ervianita
kls:P.Mat R 06
07301244045

dewiervianita_philosphy said...

Pak saya ingin bertanya, kitab suci agama-agama memiliki kesamaan.Apakah menandakan bahwa awal kitab yang ada berasal dari sebuah kitab yang sama?Kita tahu bahwa setiap manusia untuk menggapai Sang Maha Suci berpedoman pada kitab suci.Lalu,Apakah kaum Zionisme sudah termasuk kaum kafir?Setahu saya,orang Yahudi belum tentu Zionisme,tetapi orang Zeonisme pasti orang Yahudi

Dr. Marsigit, M.A said...

Dewi Ervianita
Tuhan menurunkan Kitab Suci melalui utusan yang dikehendakinya. Hatiku adalah keyakinanku. Aku yakin akan Tuhanku, para Nabi dan Kitab Suci. Amien.

harist sIck say "W3lcome to my World" said...

untuk dapat mendekatkan diri pada yang maha suci bahkan untuk menggapainya hanya dapat dilakukan dengan berdoa,berserah diri dan mengagungkan namaNYA di setiap tarikan nafas dan kedipan mata kita.

Husna Arifah said...

good evening Mr. Marsigit,,,
well, I want to make a question to you,,, I really excited by your "elegi menggapai sang Maha Suci" there are so many good wishses, and I wish it will be come true.amiin... amiin...
and, finally my question is, what's the difference of elegi and poem??
and if you want to answer it, thank a lot..because I really want to know about it..

Dr. Marsigit, M.A said...

Husna Arifah, that's good question. You may think freely of my elegis. You may perceive them as poem, as short story, as self reflection, as article, as messages, as suggestions, as notions, as meaningless writing, or whatever you want to indicate. However, from each elegy, please think deeply and try catch the benefits. Thank

Sutarto (09709251030) PMB said...

…Ya Allah, kabulkan do’a dan permohonan kami agar kami bisa menjadi hamba Mu yang mendapat kebahagian dunia dan akhirat…..Amin..