Friday, March 13, 2009

Elegi Menggapai Sang Kholik

Oleh Marsigit
-------halaman ini sengaja dibiarkan kosong dan dianggap kosong-------

12 comments:

Tegar Ganteng said...

apakah ini berarti dalam menggapai sang khalik tidak hanya didapat dengan pikiran saja?
astagfirullah, ternyata dengan hatilah sebenar-benarnya kebenaran bisa terungkap? sehingga harus suci dan bersihlah hati ini untuk memperoleh kebenaran yang haqiqi...
terima kasih P.Marsigit...

AGUNG WAHYUDI said...

apakah dengan kekosongan itu kita akn dapat mendekat ke sang holik.
apakah dengan intuisi ada dan tiada akan membawa kita ke alam bebas sang kholik.
lalu dimanakah hati dan rasa pikir kita.
tetapi kosong adalah isi dan isi adalah kosong seperti ajaran umat budha
aku adalh aku tetapi bukan dia
tuhan adalah ada tapi ada tak terlihat.

bapak mau tanya, apakah kekosonga dalam matematika akan berhubungan dengan kekosongan dalam kehidupan. dan apakah yang bapak tulis itu termasuk aliran filsafat religi,
terima kasih bapak.

Dr. Marsigit, M.A said...

Agung W
Karena pertanyaan anda, terpaksa aku orang tua barambut putih mewakili hati dan pikiran menggapai sang kholik. Sebenar-benar dia adalah sedang sebenar-benar berdoa. Maka tiada ada satupun dapat mencegahnya kecuali kehendak Nya. Kosong itu bisa berarti tiada. Maka sebenar-benar kata tiada dapat di taruh di depan apapun. Misal tiada suara, tiada jawaban, tiada penjelasan, bahkan tiada kosong. Maka untuk memahaminya itulah sebenar-benar diri sedang berhadapan dengan dimensi yang berbeda. Maka tiadalah suatu kata atau kalimat produk manusia yang mampu menjelaskan keadaan ini. Itulah mengapa halaman ini dibiarkan kosong.

ARIF MUNANDAR said...

Saya akn biarkan org tua brmbut putih yg sdang mnikmti ekstase hatiny dlm doa, sampai khendakNYA memanggil pikiran lg tuk skedar mjawab prtanyaan awam. Kapan sipikiran yakin kalau temany (hati) sdang do'a yg sbnarbnar doa

c@sEy_05301244102 said...

Kosong...
Kosong bisa berarti tiada.Tiada bisa berarti tiada kosong. Maka tiadalah manusia yang bisa menjelaskan keadaan ini.
Manusia hanya bisa berusaha untuk menggapai Sang Kholik dengan sadar tentang diri sendiri, menempatkan keyakinan/ kebenaran atau menempatkan Sang Kholik di tempat yang tidak bisa terjangkau oleh akal dan pikiran manusia.
Jika kita tidak sadar apakah sebenarnya kita mati?

Dr. Marsigit, M.A said...

Arif Munandar
Sebenar-benar hanyalah Tuhan yang maha mengetahui apakah doa-doa kita itu ikhlas dan khusyuk. Manusia hanya mengira-kira gejala dan tandanya saja.

Dr. Marsigit, M.A said...

Casey
Janganlah engkau sembunyikan identitasmu itu karena dirimu sendirilah yang akan merugi. Sadar itu tentu sadar akan. Maka tidak sadar itu juga tidak sadar akan. Seribu satu benda dan sifatnya di sekitarmu berapakah yang engkau sadari dan berapakah yang engkau tidak sadari? Ketika engkau tidak menyadari akan sesuatu, tidak berarti engkau tidak menyadari sesuatu yang lain.

Yulida Ekawati said...

Setelah saya membaca Elegi Bapak yaitu Elegi menggapai sang kholik, menurut saya doa kita kepada Tuhan tidak harus semua orang tahu. Berdoa kepada Sang kholik itu merupakan doa yang paling tinggi. Tak seorangpun tau apa doaku, dan akupun tak tau apa doa seseorang.
Terimakasih

EMA PUSPA WIDIASTUTI said...

Semua kita serahkan pada-NYA

c@sEy_05301244102 said...

Semua yang ada di dunia fana dan alam semesta ini beserta isinya menunjukkan kebesaran dan kekuasaan Tuhan YME,,
Tanpa kehendak dan ridloNya kita tak punya daya dan upaya..
Maka berserah dirilah kepada-Nya...
Dengan mendekatkan diri untuk mencapai rahmat-Nya....Amiiin.

_Kesi Rusdiana D_
05301244102

Anonymous said...

Assalamualaikum wr wb.
Kosong...sama dengan hampa...hampa sama dengan tidak punya apa apa.kalau kita tidak punya apa apa maka akan sesat hidup kita,apalagi iman kita yang kosong.
Jalan yang aku tempuh agar tidak kosong iman hanyalah dengan beribadah,berserah,berihgtiar,bertawakal,bersujud padaMU ya ALLOH,bahkan menanggis disetiap doaku menyesali apa yg sudah diperbuat sepanjang hidupku.smua itu kulakukan agar aku tidak jauh dari ALLOH,agar aku selalu dekat dengan ALLOH.
Ya ALLOH selalu ridhoilah stiap langkahku menuju surgaMU.amin...amin...
Wasalamualaikum wr wb.
Nama : Krisdiyanto
Nim : 04410134
Univ : PGRI Yogyakarta

Anonymous said...

Assalamualaikum wr wb.
Kosong...sama dengan hampa...hampa sama dengan tidak punya apa apa.kalau kita tidak punya apa apa maka akan sesat hidup kita,apalagi iman kita yang kosong.
Jalan yang aku tempuh agar tidak kosong iman hanyalah dengan beribadah,berserah,berihgtiar,bertawakal,bersujud padaMU ya ALLOH,bahkan menanggis disetiap doaku menyesali apa yg sudah diperbuat sepanjang hidupku.smua itu kulakukan agar aku tidak jauh dari ALLOH,agar aku selalu dekat dengan ALLOH.
Ya ALLOH selalu ridhoilah stiap langkahku menuju surgaMU.amin...amin...
Wasalamualaikum wr wb.
Nama : Krisdiyanto
Nim : 04410134
Univ : PGRI Yogyakarta