Saturday, March 28, 2009

Elegi Menggapai Rumah Paradoks

Oleh Marsigit
(Diolah dari Paradoks Russell)

Rumah paradoks:
Aku adalah rumah paradoks. Penghuniku hanyalah orang-orang yang tidak sama dengan dirinya sendiri.

Alfa:
Wahai rumah paradoks, namaku adalah Alfa. Aku ingin bertanya. Apakah aku penghuni rumahmu atau bukan?

Rumah paradoks:
Engkau bisa menghuni rumahku bisa juga tidak menghuni rumahku.

Alfa:
Kapan aku menghuni rumahmu?

Rumah paradoks:
Jika engkau tidak sama dengan dirimu sendiri. Yaitu engkau tidak sama dengan Alfa.

Alfa:
Baik, aku sekarang akan menghuni rumahmu.

Rumah paradoks:
Apa yang engkau maksud dengan “aku”

Alfa:
Yang aku maksud dengan “aku” adalah diriku yaitu Alfa. Jadi aku adalah Alfa.

Rumah paradoks:
Karena engkau sama dengan Alfa maka engkau harus keluar, dan tidak boleh menghuni rumahku.

Alfa:
Bukankah aku telah menghuni rumahmu. Maka aku tidak sama dengan Alfa.

Rumah paradoks:
Baiklah karena engkau tidak sama dengan Alfa maka engkau boleh menghuni rumahku.

Alfa:
Bagaimana engkau ini, wahai rumah paradoks. Aku itu penghuni rumahmu atau bukan?

Rumah paradoks:
Sebenarnya engkau itu sekaligus penghuni rumahku dan bukan penghuni rumahku.

9 comments:

harist fadilah 'mellowsick' said...

pemikiran menurut tingkatan dimensi yang saya punyai definisi saya adalah aku.individu yang melekat pada diri sendiri dengan bermacam sifat yang berbeda dari aku-aku yang lain(ke-aku nya orang lain).saya ingin menanyakan apakah maksud dari aku-nya tetapi aku bukan diriku itu seperti apa?

Fithria Aisyah R_Math.06 said...

Pikiran itu begitu luas yang berada dalam wadah tubuh kita..begitu juga dengan paradoks dan alfa.. apakah masing-masing mempunyai dimensi yang berbeda ...akan tetapi alfa di dalam paradoks dan tidak di dalamnya.... sebenar-benarnya apakah hubungan antara paradoks dan alfa?

ERVINTA said...

Asalamualaikum pak,

saat ini saya bingung. di sini saya tidak mendapat maksud dari elegi menggapai paradoks1 ini. Saya tidak sampai dari apa yang menjadi maksud percakapan mereka. saya mencoba memahami dengan berulang membaca, tetapi kenapa rasanya ada missing yang membuat saya tidak paham. ataukah saya sudah terjebak dalam lubang hitam yang sering bapak katakan 'sombong' dengan pemikiran saya yang saya katakan terbatas ini sehingga saya katakan saya katakan demikian.

sebenarnya, bagaimanakah kita bisa membedakan antara kita benar tidak paham, dan 'terjebak dalam lubang hitam' seperti yang bapak katakan atau yang dalam bahasa gaulnya anak-anak menJats diri sendiri?Apakah ada pengaruhnya pemikiran kita yang demikian dengan hasil pemikiran kita? Selanjutnya apa yang mesti diwaspadai agar kita tidak semakin terjerat oleh lubang hitam itu?

Dr. Marsigit, M.A said...

Ervinta, kejujuranmu dan pengakuanmu itulah sebenar-benar ilmumu. Disini tidaklah penting engkau mengerti atau tidak mengerti paradoks1 itu (sekarang telah saya ganti nama dengan rumah paradoks). Tetapi jika engkau ingin menggapai dimensimu maka engkau tinggal memikirkan mengapa engkau tidak mengetahui paradoks ini.

Dr. Marsigit, M.A said...

Masih untuk Ervinta, itulah sebenar-benar ilmu. Baik di dunia maupun di akhirat, masing-masing mempunyai gurunya sendiri.

ERVINTA said...

asalamualaikum..
terimakasih pak, kemarin bapak sudah sedikit menjelaskan misteri dibalik elegi menggapai rumah paradoks. Dan semoga saja saya tidak terjerat dalam mitosku seperti yang bapak pesankan pada kami satu kelas.
terimakasih

Dr. Marsigit, M.A said...

Ervinta, itulah kesaksianku bahwa anda sedang menggapai ilmumu.

Sutarto (09709251030) PMB said...

Aku penghuni rumahmu karna aku bukan Alfa maksudnya aku bukan alfa dan aku tidak sama dengan alfa, aku ada tiga huruf sedangkan alfa ada empat huruf
Aku bukan penghuni rumahmu karna aku alfa maksudnya aku adalah alfa, alfa itu namaku jadi aku adalah alfa


kalau dalam himpunan x dimana x tidak sama dengan x

Sutarto (09709251030) PMB said...

Aku penghuni rumahmu karna aku bukan Alfa maksudnya aku bukan alfa dan aku tidak sama dengan alfa, aku ada tiga huruf sedangkan alfa ada empat huruf
Aku bukan penghuni rumahmu karna aku alfa maksudnya aku adalah alfa, alfa itu namaku jadi aku adalah alfa


kalau dalam himpunan x dimana x tidak sama dengan x