Saturday, April 4, 2009

Elegi Menggapai Obyek Penelitian

Oleh Marsigit

Guru:
Wahai penelitian kelas, jika aku ingin mengadakan penelitian kelas secara sederhana. Maka apakah yang harus aku cari dan aku amati?

Penelitian Kelas:
Bukankah engkau sebagai guru itu mempunyai sifat-sifat diri dan mampu mengembangkan sifat-sifat diri itu. Maka sifat-sifat dirimu itulah dapat menjadi obyek penelitianmu.
Bukankah siswa-siswamu itu mempunyai sifat-sifat diri dan mampu mengembangkan sifat-sifat diri. maka sifat-sifat diri siswa-siswamu itulah merupakan obyek penelitianmu.
Bukankah sifat-sifatmu sebagai guru itu dapat mempengaruhi aktivitas belajar siswa. Maka obyek peneltitianmu itu juga bisa berupa pengaruh sifat-sifat guru terhadap jenis aktivitas belajar siswa.
Bukankah engkau sebagai guru mempunai sikap dan perilaku pedagogik. Maka itulah juga merupakan obyek penelitianmu.
Bukankah sikap dan perilaku pedagogik guru itu akan mempengaruhi hasil belajar siswa. Itulah juga merupakan obyek penelitianmu.

Guru:
Wahai penelitian kelas, jika aku ingin meningkatkan kualitas penelitian kelas. Maka apakah yang harus aku cari dan aku amati?

Penelitian Kelas:
Bukankah murid-muridmu itu juga mempunyai sikap dan perilaku belajar. Maka itulah obyek penelitianmu.
Bukankah sikap dan perilaku guru akan mempengaruhi sikap dan perilaku belajar siswa. Itulah obyek penelitianmu.
Bukankah sifat-sifat diri, sikap dan perilaku pedagogik guru itu juga mempengaruhi sifat-sifat, sikap dan perilaku belajar serta hasil belajar para siswa. Itulah obyek penelitianmu.

Guru:
Wahai penelitian kelas, jika aku ingin meningkatkan lagi kualitas penelitian kelas. Maka apakah yang harus aku cari dan aku amati?

Penelitian Kelas:
Bukankah sifat-sifat, sikap dan perilaku muridmu juga mempengaruhi sifat-sifat, sikap dan perilaku pedagogikmu sebagai guru. Itulah obyek penelitianmu.
Bukankah sebenar-benar hasil belajar itu meliputi aspek kognitif, afektif maupun psikomotor? Itulah obyek-obyek penelitianmu yang semakin meningkat kualitasnya.

Guru:
Wahai penelitian kelas, jika aku ingin meningkatkan lagi kualitas penelitian kelas. Maka apakah yang harus aku cari dan aku amati?

Penelitian kelas:
Bukankah banyak faktor yang mempengaruhi sifat-sifat dirimu sebagai guru itu. Sifatmu juga ditentukan oleh sikapmu. Sifatmu juga ditentukan oleh keyakinanmu. Sifatmu juga ditentukan oleh pengetahuanmu. Itulah obyek-obyek penelitianmu.
Bukankah engkau harus mengetahui bagaimana siswa-siswamu belajar. Engkau juga harus mengetahui berbagai macam teori pembelajaran. Engkau juga harus menguasai konten pembelajaran. Itu semua adalah obyek-obyek penelitianmu.
Bukankah engkau juga harus mengetahui tentang inovasi pembelajaran. Engkau juga harus mengetahui teori-teori pendidikan dan paradigmanya. Itulah obyek-obyek penelitian.

Guru:
Wahai penelitian kelas, jika aku ingin meningkatkan lagi kualitas penelitian kelas. Maka apakah yang harus aku cari dan aku amati?

Penelitian Kelas:
Bukankah siswa-siswamu itu perlu motivasi untuk belajar. Itulah obyek penelitian.
Bukankah siswa-siswamu itu perlu appersepsi dalam belajar. Itulah obyek penelitian.
Bukankah engkau sebagai guru perlu mengetahui hakekat motivasi, bagaimana mengembangkan motivasi, hakekat appersepsi dan mengembangkan appersepsi. Itulah obyek-obyek penelitian.
Bukankah siswa-siswamu perlu mempunyai sikap yang baik terhadap pembelajaran? Itulah obyek penelitian.
Bukankah siswa-siswamu itu juga perlu mengembangkan metode dalam belajarnya. Itulah obyek penelitian.
Bukankah siswa-siswamu juga perlu menguasai konten pembelajaran? Itulah obyek penelitian.
Bukankah siswa-siswamu perlu melakukan aktivitas belajar secara mandiri?. Itulah obyek penelitian.
Bukankah siswa-siswamu perlu bekerjasama dalam belajar? Itulah obyek penelitian.
Bukankah siswa-siswamu perlu melakukan diskusi kelompok? Itulah obyek penelitian.
Bukankah siswa-siswamu perlu mengembangkan keterampilan-keterampilan? Itulah obyek penelitian.
Bukankah siswa-siswamu perlu mencapai kompetensi-kompetensi? Itulah obyek penelitianmu.

Guru:
Wahai penelitian kelas, jika aku ingin meningkatkan lagi kualitas penelitian kelas. Maka apakah yang harus aku cari dan aku amati?

Penelitian Kelas:
Bukankah engkau perlu melakukan evaluasi proses belajar? Itulah obyek penelitian.
Bukankah engkau perlu melakukan evaluasi hasil belajar? Itulah obyek penelitian.
Bukankah engkau perlu mengembangkan berbagai instrumen penilaian? Itulah obyek penelitian.
Bukankah engkau perlu mengembangkan portfolio untuk hasil-hasil belajar siswa? Itulah obyek penelitian.
Bukankah engkau ingin mengetahui reliabilitas dan validitas instrumen-instrumen penilaian? Itulah obyek penelitian.

Guru:
Wahai penelitian kelas, jika aku ingin meningkatkan lagi kualitas penelitian kelas. Maka apakah yang harus aku cari dan aku amati?

Penelitian Kelas:
Bukankah engkau perlu mengembangkan RPP yang cocok bagi pembelajaranmu? Itulah obyek penelitian.
Bukankah engkau perlu mengembangkan Lembar Kerja? Itulah obyek penelitian.
Bukankah engkau perlu mengembangkan alat bantu pembelajaran? Itulah obyek penelitian.
Bukankah engkau perlu mengembangkan alat peraga pembelajaran? Itulah obyek penelitian.

Guru:
Wahai penelitian kelas, jika aku ingin meningkatkan lagi kualitas penelitian kelas. Maka apakah yang harus aku cari dan aku amati?

Penelitian Kelas:
Bukankah siswa-siswamu perlu mengetahui pola-pola dan hubungan antar konsep-konsep? Itulah obyek penelitian.
Bukankah siswa-siswamu perlu mengembangkan ketrampilan problem solving? Itulah obyek penelitian.
Bukankah siswa-siswamu perlu mengembangkan keterampilan mengadakan penelitian? Itulah obyek penelitian.
Bukankah siswa-siswamu perlu mengembangkan kemampuan mengkomunikasikan hasil-hasil belajarnya? Itulah obyek penelitian.
Bukankah siswa-siswamu memerlukan konteks dalam belajarnya? Itulah obyek-obyek penelitianmu.

6 comments:

dewiervianita_philosphy said...

bapak selalu memberi inspirasi untuk saya tentang elegi menggapai obyek penelitian dan itu sangat bermanfaat untuk saya ke depannya nanti.
Memang obyek penelitian seorang guru adalah murid-muridnya sendiri.Akan tetapi bagaimana murid tergantung dengan pembawaan guru yang mengajar di dalam kelas.Bukankah begitu yang dimaksud dalam elegi Bapak?
guru di dalam kelas mempunyai sikap yang baik,memahami murid-muridnya,dan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas sehingga keberhasilan belajar siswa diperoleh.Saya pasti akan menerapkan di kehidupan saya nanti jika kelak saya menjadi pendidik.saya ingin sekali menjadi pendidik yang profesional dan dapat menguasai bahasa inggris seperti bapak.
Sekedar cerita saja,saya sekarang mengambil kursus bahasa inggris di sebuah bimbel.Ketika saya mendapat tugas untuk menunjuk tokoh idola,saya mendownload foto Bapak dari internet dan menceritakan kekaguman saya dengan sosok pendidik seperti Bapak tentunya dengan bahasa Inggris.Saya sangat termotivasi sekali karena selain menguasai matematika tentunya di masa sekarang ini pendidik dituntut bisa bilingual mengingat sekolah internasional telah banyak dibuka di Indonesia.Saya mohon doanya ya pak..Semoga kesuksesan menyertai saya..Amin.
mohon maaf ya pak kalau Bapak kurang berkenan dengan tulisan saya.

Dewi Ervianita
07301244045
P.Mat R 06

c@sEy_05301244102 said...

Sebenar-benar guru bisa menggapai obyek penelitiannya dari penelitian tindakan kelas adalah;
pertama guru haruslah mengetahui sikap dan perilaku siswa, mengetahui bagaimana siswanya belajar, juga guru haruslah mengetahui isi, inovasi dan teori2 dari pembelajaran.
Guru juga haruslah menetapkan suatu metode pembelajaran yang menarik. Sehingga bisa membuat siswa senang belajar, tidak cepat bosan, dll. Dalam pembelajaran guru juga harus memberikan apersepsi dan motivasi tentang pentingnya pembelajaran tersebut.
Selain itu siswa harus terlibat aktif dalam proses mental pada KBM. Di mana siswa tersebut haruslah menyelidiki / menemukan sendiri konsep2 yang harus dipahami(mengembangkan metode belajar sendiri) dengan cara berkelompok & diskusi dengan siswa/ kelompok lain.
Di sini guru juga harus mengetahui kompetensi2 siswa itu sendiri dan mengetahui hasil dari proses belajar dengan metode tersebut apakah hasilnya meningkat....
Nah untuk membuat soal tes, soal bisa dikatakan baik jika soal tersebut realibilitas dan valid.
Bagaimanakah pak jika seorang guru tersebut salah dalam memilih suatu metode belajar, apa guru tersebut bisa dikatakan bahwa guru itu belum menggapai obyek penelitiannya??
Terima kasih.

_Kesi Rusdiana Dewanti_

ERVINTA said...

asalamualaikum pak marsigit,,

bagaimana dengan hal yang sering kita para siswa maupun mahasiswa alami mengenai efek ketidak sukaan kita pada guru yang berdampak kurang baik pada prestasi belajar? Sebagai objek yang diajar, kita harus bagaimana? Disinikan guru yang meneliti bagaimana cara agar dapat menggapai objek peneletian, nha kemudian bagaimana pula kelanjutan kita yang misalkan kebetulan masih menjadi objek?/

Pada dasarnya bukan hanya sikap pedagogik saja, tapi sikap sosialnya seperti: kebiasaan mengajar seorang guru yang terlalu "grepe-grepe" murid atau sok dekat dengan murid tertentu atau khusus cewek misal, pastilah suasana kelas tidak lagi nyaman untuk belajar. Ataupun guru yang judes dan suka main tangan, guru yang lelet, guru yang pilih kasih, cara pengajaran yang menjemukan, klasikal atau menegangkan, dsb pastilah kelas hanya penuh dengan kepalsuan dan ketakutan bukan kesadaran, tapi sering guru menjadi faktor siswanya terperosok dlam jebakan-jebakan yang tanpa disadarinya telah dibuat. Apa yang sebaiknya dilakukan objek agar dapat melewati maslah seperti ini, yang sejatinya sudah menjadi rahasia umum. Bukankah sekarang kita objek, tetapi kelak kita juga bisa jadi Subjek peneliti, sehingga bagaimana bisa menumbuhkan saling pengertian dan kesadaran dari kedua belah pihak? Apakah dengan meneliti objek, beliau akan pahami kita?karena saat sekolah dulu kami tidak berani berkata buruk maupun menentang guru kami. Kenapa? karena takut, khawatir terhadap studi selanjutnya. semoga bapak bisa memberi saran kepada kami semua, agar kelak kami bukan guru-guru yang ditakuti oleh siswanya. Amin..

Dr. Marsigit, M.A said...

Ervinta...itulah gunanya belajar filsafat, khususnya filsafat pendidikan matematika, yaitu agar kita mampu merefleksikannya. Dengan refleksi filsafat maka engkau berusaha menggapai hakekat yang ada dan yang mungkin ada. Padahal engkau tahu bahwa yang ada bisa berupa guru, siswa, belajar, metode, penelitian dst.. Maka itulah semua tantanganmu untuk mengetahuinya. Sedangkan apa yang engkau sebutkan itu semua merupakan contoh-contoh yang jumlahnya bisa banyak sekali, dan itu memerlukan telaah secara masing-masing secara kontekstual.

ERVINTA said...

ehm.. mungkin dengan demikian, ketika saya menyampaikan masalah ini, saya juga layak untuk mempelajari ilmu penelitian yang beragam dan dengan demikian pula seandainya kelak saya meneliti pun saya masih perlu berhati-hati dan masih perlu banyak belajar dari berbagai pengalaman yang notabene mungkin tidak kontekstual. terimakasih atas nasehatnya.

Helmiah Suryani said...

Elegi Pembelajaran Matematika menberi inspirasi, informasi, motivasi yang sangat luas bagi guru. saya menyimpulkan : terdapat 37 objek yang yg dapat diteliti, dikembangkan dalam melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas guna meningkatkan kualitas pembelajaran. 37 Objek tersebut adalah:
Materi yang dapat dijadikan objek dalam mengadakan PTK (Penelitian Tindakan Kelas):


1. Sifat-sifat diri guru
2. ifat-sifat diri siswa-siswa
3. sifat-sifat guru terhadap jenis aktivitas belajar siswa.
4. sikap dan perilaku pedagogik guru terhadap hasil belajar siswa
5. sikap dan perilaku belajar siswa
6. Pengaruh sikap dan perilaku guru terhadap sikap dan perilaku belajar siswa.
7. Pengaruh sifat-sifat diri, sikap dan perilaku pedagogik guru terhadap sifat-sifat, sikap dan perilaku belajar serta hasil belajar para siswa.
8. Pengaruh sifat-sifat, sikap dan perilaku murid terhadap sifat-sifat, sikap dan perilaku pedagogik guru.
9. aspek kognitif, afektif maupun psikomotor siswa
10. Sifat, sikap, keyakinan dan pengetahuan guru
11. Berbagai macam teori pembelajaran
12. inovasi pembelajaran.
13. Teori-teori pendidikan dan paradigmanya.
14. Motivasi untuk belajar.
15. Appersepsi dalam belajar
16. Hakekat motivasi, bagaimana mengembangkan motivasi, hakekat appersepsi dan mengembangkan appersepsi. I
17. sikap yang baik terhadap pembelajaran
18. metode dalam belajarnya
19. konten pembelajaran?
20. aktivitas belajar secara mandiri?
21. bekerjasama dalam belajar?
22. diskusi kelompok
23. keterampilan-keterampilan yg perlu dikuasai siswa
24. evaluasi proses belajar?
25. evaluasi hasil belajar
26. mengembangkan berbagai instrumen penilaian? I
27. portfolio untuk hasil-hasil belajar siswa?
28. reliabilitas dan validitas instrumen-instrumen penilaian?
29. mengembangkan RPP yang cocok bagi pembelajaranmu?
30. mengembangkan Lembar Kerja?
31. mengembangkan alat bantu pembelajaran?
32. alat peraga pembelajaran?
33. pola-pola dan hubungan antar konsep-konsep?
34. mengembangkan ketrampilan problem solving?
35. mengembangkan keterampilan mengadakan penelitian bagi siswa
36. mengembangkan kemampuan mengkomunikasikan hasil-hasil belajarnya?
37. konteks dalam belajarnya

Terimakasih Prof. Marsigit.