Friday, April 10, 2009

Elegi Hakekat Memilih

Apakah sebenarnya hakekat memilih secara filosofis?

Saya menanti jawabannya.

Marsigit

19 comments:

harist fadilah 'mellowsick' said...

Pilihan adalah suatu keadaan dimana kita dihadapkan pada sesuatu hal yang harus kita tentukan salah satunya misalkan A atau B.Mengapa kita harus memilih?karena pilihan adalah sesuatu yang sangat dekat dengan kita.Setiap detik kita di hadapkan oleh bermacam-macam pilihan.Lihat pada diri sendiri rasakanlah.Bangun tidur kita sudah dihadapkan pada pilihan dan begitu seterusnya.Kita memilih sebagai wujud dari rasa tanggung jawab kita untuk menentukan hal yang akan kita lakukan sehingga pilihan kita menjadi sesuatu hal yang berarti lebih.Seringkali orang terjebak dengan pilihannya sendiri.Suatu kasus ada kapal karam di tengah laut sepasang suami istri yang selamat terapung disebuah batang kayu.Suaminya berkata'biarlah aku yang berkorban untukmu istriku,kayu ini tidak akan kuat untuk menahan berat badan kita berdua'.Isterinya menjawab'jangan suamiku hidup dan mati kita harus selalu berdua,biarlah kita mati disini asalkan kita bisa tetap bersama'.Dari kasus diatas mereka cuma punya dua pilihan yang sama-sama sulit.Terjebak dalam pilihan yang sulit.Mengapa tidak berusaha menciptakan pilihannya sendiri bersama-sama mencari jalan agar mereka berdua bisa selamat?Pernahkah kita membuat pilihan kita sendiri?

ARIF MU'NANDA'R said...

memilih adalah kesempatan...
hakekat memilih berarti kita menggunakan kesempatan untuk menentukan apa yang lebih sesuai dengan hati kita, atau paling tidak yang paling mendekati dengan haq dihati kita. karena tiada kontradiksi dihati kita, jadi saat kita menentukan sesuatu yang sesuai dengan hati, maka itu adalah kejujuran kita...
wallohu a'lam

herry prasetyo said...

memilih dan dipilih adalah merupakan bumbu dalam kehidupan ini.
jadi, apabila kita sudah tidak bisa memilih dan dipilih maka sama saja kita seperti mayat berjalan.
bukan begitu bapak marsigit?

HARYONO.S said...

Haryono Slamet (06301244001)
P.Mat NR'06 C
Elegi hakekat Memilih

Ketika Aku berjalan, kutemukan persimpangan jalan. Ku tahu, Ku tak sanggup, Ku tahu Ku tak mampu ke mana Ku harus berjalan. Apakah ke kanan, ataukah ke kiri, ataukah ke depan, atau ku harus kembali. Saat ini, Aku seperti orang buta. Melihat tapi tidak mengetahui yang ada di depanku. Akalku pun tak mampu berpikir. Apakah Aku tidak sedang berpikir sekarang. Berpikir kemana Aku harus berjalan. Apa yang harus kulakukan ? Ku tak tahu, Aku bingung, siapa yang akan membantuku. Aku sendiri di jalan ini, karena ini jalanku. Tak ada siapa-siapa di jalan ini kecuali Aku
Ke mana Aku harus bertanya ? Oh ya, Aku bertanya pada diriku sendiri saja. Ku keluarkan diriku dari dalam diriku. Lalu Aku bertanya ke padanya,”Diriku keluarlah Aku mau bertanya, kemanakah Aku harus berjalan? apakah Aku harus ke kanan, ataukah ke kiri, ataukah ke depan, atau ku harus kembali?”
Diriku pun keluar. Dia hanya tersenyum memandangku lalu mulai berkata,” Diriku, mengapa engkau bertanya kepadaku ? jika engkau tahu diriku adalah dirimu, aku pun tak tahu jawaban dari pertanyaanmu itu.”
Aku berkata ,”Bukankah kau tahu tentang semua hal. Bahkan engkau lebih tahu tentang diriku.”
Dia tersenyum lagi dan berkata,”Aku tahu semua hal tentang dirimu, tapi Aku tak tahu jawaban dari pertanyaanmu. Kau bertanya ke kanan, ataukah ke kiri, ataukah ke depan, atau harus kembali. Ya Aku tak tahu.... Tapi Aku tahu apa yang mesti kamu lakukan. Sekarang tersenyumlah seperti halnya diriku. Nah, engkau sudah tersenyum artinya engkau sudah dapat menjawab dari pertanyaanmu sendiri.”
Aku jadi bingung, apa artinya ya..
Dia tersenyum lagi dan berkata,”Diriku, janganlah bingung. Aku memang tak tahu jawaban dari pertanyaanmu. Tapi Aku hanya bisa berkata kepada satu hal, ingatlah tujuanmu. Apa yang hendak kau cari, atau kau temui, atau kemana tujuanmu. Karena engkau ada di sini karena ada tujuannya. Dan sekarang engkau ada di persimpangan, ingatlah tujuanmu. Karena yang terberat dalam hidup ini adalah MEMILIH.
Aku berkata,”Terima kasih Aku, diriku sekarang tahu apa yang seharusnya kulakukan. Aku akan jalan ke depan saja walaupun Aku tak tahu apa yang ada di depanku. Mungkin Aku bisa saja memilih jalan ke kanan atau kekiri. Aku sama saja tak tahu jalan mana yang harus kupilih. Ini adalah jalanku, aku akan menghadapi semua resiko yang akan terjadi. Karena didepan sana ada tantangan yang harus ku hadapai, sama halnya jalan ke kanan atau ke kiri, semua ada resikonya. Baiklah diriku, terimakasih sudah membantuku, sekarang kembalilah kedalam diriku. Ya, aku tahu tujuanku jadi kembalilah, nanti jika Aku bingung, keluarlah untuk membantuku.”
Aku tersenyum dan berkata,”Baiklah Aku,Aku kembali kedalam. Panggilah diriku kapan pun kau mau.”
Ku lanjutkan perjalananku, walaupun Aku tak tahu yang ada di depanku. Yang ku pegang hanyalah tujuanku mengapa saat ini Aku berjalan.

Ratna said...

Dalam kehidupan memang kita selalu dihadapkan pada suatu pilihan, jadi bisa dikatakan hidup adalah pilihan seperti yang dikatakan teman2 di atas, namun menurut saya bahwa dalam pilihan kita itu pasti ada suatu hal yang menyebabkan kita memilih pilihan itu. Adakalanya pilihan tersebut tidak baik bagi kita tetapi dalam pilihan itulah pasti ada jalan lain dari ALLAH SWT untuk kita, Jadi menurut saya memilih adalah salah satu jalan yang ditunjukkan Tuhan kepada kita untuk menjalani hidup. Kembalikan segala sesuatu itu hanya kepada ALLAH.

yanuar pmr'06 said...

memilih merupakan usaha kita untuk menghilangkan skeptis kita terhadap objek..memilih yang terbaik adalah saat kita sadar bahwa apa yang kita pilih adalah yang terbaik,yaitu tidak pernah sekalipun memikirkan tentang apapun yang tidak kita pilih...

ERVINTA said...

pilihan... memilih... adalah kata-kata saja yang menurutku maknanya kita harus menentukan yang mana..

tetapi ketika ditanya hakekatnya, maka aku dihadapkan pilihan bukan? antara aku harus menjawab sebatas pengetahuanku atau aku diam terpaku dalam kebimbnganku, karena aku sudah membaca koment kakak tingkatku yang luar biasa...

Tetapi ketika aku teringat kuliah Filsafat Matematika, maka aku tidak kuasa menyampaikan hakekat sesuatu tanpa adanya sebuah ilmu yang sudah diriku teliti(pelajari). Maka ketika ditanyakan mengenai hakekat Memilih, maka sejatinya menurut pendapat dosenku kita bisa buka kembali Blog Bapak Marsigit bulan maret lalu "Elegi Konferensi Internasional Imajiner" yang di dalamnya banyak ahli dan pandangan beberapa generasi, hanya saja untuk menggapai hakekat memilih, kita tinggal mengganti kata ilmu dengan kata memilih...

Karena sebenar-benarnya baru sampai sinilah keberanianku mengungkap hakekat sesuatu, dan baru sedemikianlah pengetahuanku.

Dr. Marsigit, M.A said...

Untuk Ervinta dan semuanya,..untuk elegi ini juga saya akan menjawab paling akhir daripada engkau semuanya. Maka silahkan memberi jawaban terlebih dulu

Nina Agustyaningrum said...

Dalam setiap langkah kehidupan tidak dapat dipungkiri bahwa kita selalu dihadapkan pada keadaan memilih.

Untuk menentukan apa saja yang akan kita lakukan maka kita harus memilih.

Saat akan makan,kita memilih apa yang akan kita makan.
Saat ingin belajar,kita memilih apa yang akan kita pelajari.
Saat bangun tidur kita juga sudah harus menentukan pilihan kegiatan apa saja yang akan kita lakukan hari ini, dan seterusnya..

MEINA berlianti said...

memilih adalah menentukan salah satu atau dua diantara yang banyak.
bagi saya memilih bukan hanya sekedar memilih tetapi juga memilih mana yang terbaik di antara yang ada.
jika ada 2 pilihan yang harus saya pilih maka saya akan memilih salah satu diantara kedua pilihan tersebut.jika saya memilih kedua-duanya maka saya adlah orang yang rakus.tetapi jika saya sama sekali tak memilih salah satu diantara ke dua pilihan tersebut maka saya adalah orang yang rugi.
butuh proses dalam memilih sesuatu.butuh pemikiran dan hati yang mantap dalam memilih sesuatu tetapi janganlah sampai keragu-raguan menghampiri kita disaat kita mencoba menggapai sebuah keputusan untuk menentukan pilihan kita nanti.

Luthfiana Fatmawati said...

Hidup itu penuh akan pilihan.
Ada baik, ada buruk.
Ada kanan, ada kiri.
Ada rajin, ada malas, dan masih banyak lagi.
Semua itu ada berpasang-pasangan yang saling melengkapi.
Jika tidak ada orang malas, maka orng rajin tidak akan terlihat rajin (karena tidak ada perbandingannya).
Oleh karena itu, kita harus memilih dari setiap pilihan yang ada..
Semoga kita tidak salah dalam menentukan setiap pilihan kita. Amien.

Luthfiana Fatmawati
06301241028
Pend. Matematika Reg 2006

Fithria Aisyah R_Math.06 said...

Hidup adalah kumpulan dari banyak pilihan..
Ketika kita hidup, disana kita sudah membuat pilihan untuk hidup,... dan dalam hidup pun kita harus memilih untuk menentukan langkah akan kemana , bagaimana kita selanjutnya........
Namun apapun yang kita pilih baiknya menggunakan fungsi hati dan pikiran kita dan selanjutnya marilah kita serahkan pilihan kita kepada Allah SWT....Karena apapun pilihan kita pastilah itu yang terbaik bagi kita....sekalipun terkadang itu merupakan pilihan yang terburuk pastilah ada hikmah yang kita dapatkan dari itu semua.....karena itulah sebenar-benarnya rahasia kehidupan dibalik pilihan......

c@sEy_05301244102 said...

Assalamu'alaikum..

"Memilih" adalah sebuah kesempatan di mana kita diharuskan menentukan satu di antara beberapa pilihan yang ada.
Memilih adalah suatu kesempatan. Jadi sebelum memilih haruslah benar-benar memutuskan/ memikirkan dengan pemikiran yang matang supaya terhindar dari sesuatu yang tidak diharapkan. Dan biasanya kesempatan awal/ pertamalah yang akan menentukan nasib seseorang/ kita. Dan untuk melihat kepribadian seseorang pun kita juga bisa melihat dari jawaban pertama dari pertanyaan yang kita utarakan kepadanya. Apakah jawabannya tegas/ plin-plan dsb.
Yang paling utama dalam memilih, kita haruslah berpedoman dengan hati. Karena hati adalah teladan/ tumpuan/ komandan bagi kita. Jadi beberapa pilihan yang ada, kita pikirkan/ renungkan dalam hati dengan ikhlas(berserah diri kepada_Nya) insyaALLAH kita akan mendapatkan suatu keputusan atau pilihan yang terbaik buat kita semua.Amiiiin....

_Kesi Rusdiana Dewanti_
05301244102

ambarwati.pmr06 said...

memilih sama seperti mengeliminasi
menghilangkan yang tidak di inginkan atau yang kurang bermanfaat.Memilih kadang menzolimi pilihan yang tidak kita pilih. tapi untuk yang terbaik kita harus menentukan sesuatu yang pantas untuk dipilih.

erma 06301241018 said...

Dalam menjalani kehidupan, kita selalu dihadapkan pada pilihan. misalnya saja,hari ini saya ngenet.Saya membuka blog Pak Marsigit. berarti saya sudah menentukan pilihan,diantara banyak web-web yang bisa dibuka, saya memilih untuk membuka blog pak Marsigit dan memilih untuk membacanya. Dan saya juga telah memilih untuk memberikan comment tentang hakikat memilih. Jadi pada dasarnya pilihan itu amat dekat dengan kita.
Dalam kehidupan ini kita juga dihadapkan pada pilihan untuk bahagia atau menderita. Jika kita memilih untuk bahagia, berarti kita juga masih harus menentukan pilihan yang tepat dan benar guna mencapai kebahagiaan tersebut. Menentukan pilihan yang benar dan tepat bukanlah suatu hal yang mudah. Misal, besok saya ujian, tetapi saya malah maen bareng temen-temen sampe malam. akhirnya saya tidak belajar. alhasil saya tidak bisa mengerjakan ujian. Jadi, Pilihan yang tepat dan benar itu pilihan yang sesuai ruang dan waktu dan didasarkan pada hati nurani.

erma said...

Dalam menjalani kehidupan, kita selalu dihadapkan pada pilihan. misalnya saja,hari ini saya ngenet.Saya membuka blog Pak Marsigit. berarti saya sudah menentukan pilihan,diantara banyak web-web yang bisa dibuka, saya memilih untuk membuka blog pak Marsigit dan memilih untuk membacanya. Dan saya juga telah memilih untuk memberikan comment tentang hakikat memilih. Jadi pada dasarnya pilihan itu amat dekat dengan kita.
Dalam kehidupan ini kita juga dihadapkan pada pilihan untuk bahagia atau menderita. Jika kita memilih untuk bahagia, berarti kita juga masih harus menentukan pilihan yang tepat dan benar guna mencapai kebahagiaan tersebut. Menentukan pilihan yang benar dan tepat bukanlah suatu hal yang mudah. Misal, besok saya ujian, tetapi saya malah maen bareng temen-temen sampe malam. akhirnya saya tidak belajar. alhasil saya tidak bisa mengerjakan ujian. Jadi, Pilihan yang tepat dan benar itu pilihan yang sesuai ruang dan waktu dan didasarkan pada hati nurani.

Endang Wahyuningsih said...

Assalamu'alaikum,....
Menurut saya, kata “memilih” biasanya identik dengan mencari sesuatu yang lebih baik.
Memilih juga bisa berarti bebas menentukan sesuatu sesuai dengan hati nurani.
Dalam hidup, kita selalu diharuskan untuk memilih,..
Iya atau tidak, salah atau benar, besar atau kecil, atas atau bawah, dan masih banyak lagi pilihan lainnya.
Yang jelas jika kita sudah memilih sesuatu pada akhirnya akan ada yang kita ambil dan ada juga yang harus kita tinggalkan,….

Gun said...

Jika diberikan beberapa opsi untuk memilih, maka kita bisa memilih sebagian atau keseluruhan dari opsi tersebut. Jika kita tidak memilih dari opsi yang ada, maka kita pun juga termasuk memilih, yaitu memilih opsi lain.

Helmiah Suryani said...

Memilih adalah membuat keputusan. Dalam hidup semua orang harus memilih untuk kehidupannya, mulai dari hal-hal kecil hingga hal yang besar. Dalam dunia pendidikan siswa diberi kesempatan untuk memulih. Melalui apa dia belajar, dengan cara apa belajar? seorang guru juga sama, harus dapat memilih metode yg tepat yg digunakannya untuk menghadapi siswa, alat apa yg digunakannnya utk menyampaikan materi, tes berbentuk sepperti apa yg layak digunakannnya utk mengukur ketercapaian materi ajarnya dsb. sepanjang hidup memang kita harus memilih/ membuat keputusan dg segala konsekuensinya.