Sunday, April 5, 2009

Elegi Menggapai fungsi f(x) = 1

Oleh Marsigit

Fungsi:
Wahai variabel x, operator sama dengan, dan bilangan satu. Engkau semua saya panggil kemari karena saya ingin mengadakan pertunjukkan perihal fungsi x sama dengan satu. Oleh karena itu saya ingin mengetahui persiapanmu semua. Engkau juga saya silahkan untuk mengenalkan dirimu masing-masing serta tugas-tugasmu. Silahkan.

Variabel x:
Wahai fungsi f, perkenankanlah diriku untuk mengenalkan terlebih dulu. Namaku adalah variabel. Khususnya namaku adalah variabel x. Fungsiku adalah sebagai rumah semua bilangan. Penghuniku bisa bilangan kontinu, bilangan diskret, bilangan pecah, bilangan real, bilangan rasional, bilangan kompleks, dst. Maka aku siap menjalankan semua perintah-perintahmu.

Operator sama dengan:
Wahai fungsi f, perkenankanlah diriku untuk mengenalkan terlebih dulu. Namaku adalah operator sama dengan. Lambangku adalah “=”. Fungsiku adalah mengidentikan semua yang ada di sebelah kiriku dan di sebelah kananku. Aku juga mengidentikan sebelum dan sesudahku. Tiadalah dapat terbebas dari hukumku, jika telah aku pasang lambangku. Maka aku siap menjalankan semua perintah-perintahmu.

Bilangan satu:
Wahai fungsi f, perkenankanlah diriku untuk mengenalkan terlebih dulu. Namaku adalah bilangan satu. Aku mempunyai beberapa sifat sekaligus. Bilangan satu itu adalah bilangan ganjil. Aku juga bilangan pertama dari membilang. Aku adalah bilangan rasional. Aku juga bilangan bulat. Aku juga bilangan positif.

Fungsi:
Wahai varfiabel x, aku telah memahami semua keteranganmu. Engkau adalah rumah dari semua bilangan. Tetapi sekarang engkau akan mendapat tugas yang lebih berat. Engkau tidak lagi hanya berfungsi sebagai rumah bilangan, tetapi engkau akan aku beri tugas sebagai rumah dari segala hal. Segala hal yang ada dan yang mungkin ada dalam pikiranmu dan dalam hatimu. Padahal pikiranmu dan hatimu itu berkenaan dengan dunia dan akhirat juga. Itulah seberat-berat tugasmu yang harus engkau laksanakan.
Wahai operator sama dengan, aku telah memahami semua keteranganmu. Engkau berfungsi menyamakan apapun yang ada di sebelah kirimu dan di sebelah kananmu. Engkau juga berfungsi menyamakan sebelum dan sesudahmu. Tetapi sekarang engkau akan mendapat tugas yang lebih berat.
Tugasmu adalah menyadarkan semua yang ada dan yang mungkin ada. Padahal semua yang ada dan yang mungkin ada itu meliputi hati dan pikiranmu. Padahal pikiranmu dan hatimu itu berkenaan dengan dunia dan akhirat juga. Itulah seberat-berat tugasmu yang harus engkau laksanakan.
Wahai bilangan satu, aku telah memahami semua keteranganmu. Engkau adalah bilangan satu dengan semua sifat-sifatmu. Tetapi sekarang engkau akan mendapat tugas yang lebih berat. Engkau akan aku beri tugas sebagai penunjuk bagi semua yang ada dan yang mungkin ada. Padahal semua yang ada dan yang mungkin ada itu meliputi hati dan pikiranmu. Padahal pikiranmu dan hatimu itu berkenaan dengan dunia dan akhirat juga. Itulah seberat-berat tugasmu yang harus engkau laksanakan.

Variabel x, operator sama dengan dan bilangan satu bersama-sama berkata:
Wahai fungsi f, terimakasih atas tugas-tugas baruku itu. Tetapi sesungguhnya aku belum begitu jelas apakah tugasku secara lebih khusus?

Fungsi:
Wahai variabel x, telah aku tetapkan bahwa engkau adalah semua yang ada dan yang mungkin ada. Padahal semua yang ada dan yang mungkin ada itu meliputi hati dan pikiranmu. Padahal pikiranmu dan hatimu itu berkenaan dengan dunia dan akhirat juga. Itulah seberat-berat tugasmu yang harus engkau laksanakan. Maka kewajibanmu adalah selalu bertanya kepada operator sama dengan tentang penunjukkan dari semua dirimu.
Wahai operator sama dengan, telah aku tetapkan bahwa tugasmu adalah menyadarkan semua yang ada dan yang mungkin ada. Padahal semua yang ada dan yang mungkin ada itu meliputi hati dan pikiranmu. Padahal pikiranmu dan hatimu itu berkenaan dengan dunia dan akhirat juga. Maka sadarkanlah semuanya itu.
Wahai bilangan satu, engkau adalah penunjuk bagi semua yang ada dan yang mungkin ada. Padahal semua yang ada dan yang mungkin ada itu meliputi hati dan pikiranmu. Padahal pikiranmu dan hatimu itu berkenaan dengan dunia dan akhirat juga.

Variabel x, operator sama dengan dan bilangan satu bersama-sama berkata:
Wahai fungsi f, terimakasih atas tugas-tugas baruku itu. Tetapi sesungguhnya aku belum begitu jelas apakah tugasku secara lebih khusus?

Fungsi:
Wahai semuanya kita adalah fungsi x sama dengan satu. Jika ditulis dalam bentuk lambang maka kita adalah f(x) =1, dimana x adalah semua yang ada dan yang mungkin ada; “=” adalah kesadaranmu semua tentang yang satu; “1” adalah penunjukkan bahwa tiadalah sesuatu itu terlepas dari kehendak Nya. Maka cukup jelaslah kiranya, bahwa tiadalah di dunia dan akhirat itu terlepas dari kehendak Nya.

11 comments:

Fithria Aisyah R_Math.06 said...

Tiada suatu yang dapat dipungkiri tentang keesaan-Nya. Begitu juga dengan fungsi f(x)=1 juga merupakan wujud keesaan-Nya. Dalam hal ini bisakah kita meng ibaratkan f(x) sebagai sifat dan keberadaan manusia yang beragam ," = " sebagai suatu kesadaran bahwa mereka tidak akan terlepas dari Kuasa Allah SWT yang satu.....

Wah pak ternyata banyak sekali fungsi MTK yang dapat kita hubungkan dengan Kuasa_NYA...Hanya saja keterbatasan saya membuat saya belum tahu banyak tentang hal ini.... Benarkah ini keterbatasan manusia yang selalu berusaha menggapai kesempurnaan akan tetapi tidak pernah mencapainya karena kesempurnaan hanyalah milik-Nya semata....

Dr. Marsigit, M.A said...

Fithri Aisyah, tugas matematikawan adalah menemukan, sedangkan tugas filsafat adalah merefleksikannya. Maka refleksikan banyak hal termasuk matematika. Itulah sebenar-benar tugasmu. Amien.

Ratna said...

Apa pun yang terjadi di dunia ini pasti kehendak Allah. Jadi perlu adanya kesadaran manusia bahwa hal itu benar adanya. Itu yang saya mampu terima dari aelegi ini bahwasanya variabel x merupakan segala hal yang terjadi di dunia maupun di akherat kelak, "=" merupakan suatu yang menghubungkan kejadian itu yaitu 1 karena Allah maha berkehendak.

Dr. Marsigit, M.A said...

Ratna..Amien

dewiervianita_philosphy said...

setelah saya membaca elegi yang bapak tulis ini,ada hal yang bisa saya ambil hikmahnya. Kalau boleh jujur saya mengagumi elegi ini karena matematika ternyata bisa dihubungkan dengan komunikasi tertinggi yang dikemas secara menarik. Memang fungsi f(x)=1 bisa dianalogkan dengan keesaan Tuhan. Segala sesuatu di dunia ini semua karena kuasa Tuhan dan kita sebagai hambaNya mempunyai keyakinan bahwa Tuhan itu satu dan semua yang ada sesungguhnya karena kehendakNya...Segala sesautu yang berasal dariNya maka akan kembali pula kepadaNya.Oleh karena itu harus ada keseimbangan antara dunia akhirat yang kita kejar.

Dewi Ervianita
07301244045
P.Mat R 06

c@sEy_05301244102 said...

Berdasar elegi tersebut yang dapat saya ketahui:
Jelas bahwa "variabel x" adalah semua yang ada dan mungkin ada. Berarti semua dan semuanya yang ada di bumi alam semesta beserta isinya yakni semua makhluk ciptaan-Nya baik nyata(tampak) maupun ghaib(tak tampak).
sebenar0benar "operator sama dengan" adalah utusan-Nya yaitu muhammad. Muhammad adalah Rasul-Nya. Yang bertugas menyadarkan semua umatnya. Memberikan tauladan bagi semua umat.
sebenar-benar "Bilangan satu" adalah petunjuk bagi semua yang ada maupun yang mungkin ada. Sebenar-benar petunjuk bagi semuanya adalah "TUHAN" Yang Maha Kuasa.
Jadi segala sesuatu yang ada di alam semesta ini tiadalah yang bisa lepas dari kekuasaan-Nya. Bahkan semua yang terjadi merupakan kehendak, kekuasaan dan kebesaran-Nya yaitu Tuhan Yang Esa (Tuhan Yang Satu).


_Kesi Rusdiana Dewanti_

harist fadilah 'mellowsick' said...

f(x) sebagai wadah manusia.f(x)adalah guru,dosen,mahasiswa,sarjana,PNS,pegawai kantor,karyawan,buruh.kuli.orang tua,anak2,cantik,tampan,jelek dsb.SAMA dengan 1 adalah manusia ciptaan Tuhan YME.jadi f(x)guru,dosen,mahasiswa,sarjana,PNS,pegawai kantor,karyawan,buruh.kuli.orang tua,anak2,cantik,tampan,jelek dsb =1 adalah manusia mahkluk ciptaan ciptaan TUHAN

ARIF MU'NANDA'R said...

Sebuah keputusan yg berat dan penuh pertimbangan untuk menggapai keadaan '='. Apalagi disandingkan dengan 1 yg brarti keadaan saat menafikan yg laen

Anonymous said...

rakhmat wibowo
09709251013
pend.matika
pps uny

assalamualaikum wr.wb.

f(x)=1
menurut saya pak....
variabel x itu semua makhluk ciptaan allah, tapi dalam konteks ini saya berpendapat variabel x ini adalah manusia dengan segala kemampuan dan keterbatasan yang ada.
"="sama dengan kalo menurut pandangan saya adalah penyelaras, dalam hal ini ia adalah alquran.
1 adalah konstanta yang itu berarti tetap oleh karena itu 1 adalah tujuan yang akan dicapai.jadi menurut saya 1 adalah tujuan ahir dari pencarian(ridho allah)yang mana dia konstan atau exxtrimnya "kekal"
maka dengan ini f(x)=1
berarti seperti apapun keadaan manusia asalkan dia mau menggapai tujuan hidup sejati sesuai dengan tuntunan(alquran)yang benar, maka ia akan mencapai tujuan itu beserta ridho allah swt
begitu kira-kira pak.

kebenaran mutlak hanya milik allah
kita hanya insan lemah
wassalamu'alaikum wr.wb

WIDIYANTO said...

Sebuah elegi yang meyakinkan akan suatu hal, yakni dengan belajar matematika khususnya melalui filsafat akan daripadanya terdapat keterikaitkan dengan kehidupan kseharian dan apabila bisa untuk lebih peka lagi, maka hal tersebut dapat lebih mendekatkan diri terhadap Sang Pencipta, Allah SWT.

matematika ceria maria ulfah mahasiswa pps uny dinas kota yk 2013 said...

f(x)= 1 adalah suatu fungsi x yang dipetakkan maka akan menghasilkan satu. Ini artinya segala sesuatu itu pasti ada pasangannya.