Friday, January 2, 2009

Bagaimana Melakukan Diskusi Matematika dengan Siswa?

Oleh: Marsigit
Jika seorang guru ingin melakukan diskusi matematika dengan siswa maka pastikanlah apakah diskusi akan dilakukan secara klasikal, pada kelompok atau secara individual. Berdasarkan pengalaman penulis, maka secara umum dapat diberikan semacam pedoman bagaimana seorang guru seyogyanya melakukan diskusi:
1. dengarkanlah apa yang mereka katakan
2. usahakan suasana bersifat mendukung diskusi
3. usahakan suasana berpikir merdeka
4. usahakan agar siswa mempunyai inisiatif
5. usahakan agar siswa mempunyai rasa percaya diri
6. gunakan kata-kata yang mudah dipahami oleh siswa
7. usahakan hubungan yang baik antara guru dan siswa
8. berusaha mengetahui ide/gagasan siswa
9. menampung ungkapan siswa sebagai informasi
10. utarakan balikan secara bertahap
11. gunakan ilustrasi untuk mempermudah komunikasi
12. menghargai setiap ide yang disampaikan oleh siswa
13. usahakan agar diskusi bersifat efaktif dan bermanfaat.
14. memahami bahwa siswa memerlukan penjelasan
15. fokus pada pertanyaan siswa/penanya (jangan Jawa: disambi)
16. memikirkan hal-hal yang terkait dengan pertanyaan.
17. memikirkan solusi jawaban
18. bersifat jujur dan terusterang
19. berpikir positif (tidak prejudice) terhadap si penanya
20. tidak mempunyai kepentingan ganda misalnya mengajukan pertanyaan yang sulit untuk tujuan menghukum
21. gunakan referensi-referensi untuk mencari solusi.
22. kembangkan sikap menghargai dan empati
23. hindari sikap menang sendiri/otoriter
24. letakkan persoalan pada jejaring konsep yang lebih luas
25. usahakan agar siswa senang melakukannya kembali
26. jika memungkinkan libatkan siswa yang lainnya
27. menyadari manfaat jawaban terbuka
28. menyadari bahwa pertanyaan siswa adalah awal dari pengetahuannya
29. Jangan memberi jawaban yang memojokkan siswa sehingga mereka merasa malu
30. memperhatikan alokasi waktu dan konteks sekitar

11 comments:

IWAN SUMANTRI said...

Idealnya memang harus seperti itu pak, tapi kadang-kadang dilapangan kita tak sabaran ingin cepat-cepat selesai, apa yang bapak tulis kebanyakan tidak dilaksanakan akhirnya kita diskusi hanya sekedar formalitas, yang pada akhirnya guru yang menentukan semua kesimpulan diskusi tersebut, mudah-mudahan kedepan saya khususnya dan guru lain, tulisan yang bapak sampaikan jadi pedoman bagaimana melakukan diskusi matematika dengan siswa agar siswa benar-benar berdiskusi dan menemukan persoalannya sendiri !!

Mulyati said...

Saya sependapat dengan pdoman dari pak Marsigit bagaimana seharusnya kita berdiskusi dengan siswa. Beberapa item sudah sering saya lakukan, tapi setelah selesai kok kayaknya siswa saya ya susah sekali diajak aktif, kadang malah apatis sekali. Mungkin masih banyak yang harus saya pelajari dan refleksi secara detail lagi ya pak, atau mungkin seperti kata Pak Iwan saya tidak sabaran.

MATHSUGIYANTA said...

Terima kasih atas tulisan Pak Marsigit. Alhamdulillah setelah satu tahun terlibat dalam Lesson Study Berbasis Sekolah di SMP Negeri 1 Srandakan, Kami sudah melakukan pembelajaran dengan banyak diskusi siswa baik diskusi kelas maupun diskusi kelompok, Sebagian besar dari tulisan Bapak sudah dapat kami terapkan.

Agus supranto,S.Pd said...

Terima kasih sekali Pak pedomannya. Aturan tata cara diskusi yang Bpk Ungkapkan tersebut dapat menjadi bekal bagi kami yang ada di lapangan. Karena kenyataan yang ada pada pembelajaran kooperatif, diskusi yang ada biasanya hanya berorientasi pada hasil dan tak memperdulikan proses bagaimana sebaiknya diskusi itu dilaksanakan.

Shulfan Aceh S2 UGM said...

Seharusnya mengkodisikan kelas untuk diskusi dimulai dari tingkat pendidikan sekolah dasar. Pada saat itulah membentuk dan menumbuhkan rasa saling menghargai dan menghormati antar satu dengan lainnya. Jadi peran seorang guru SD seharusnya lebih profesional dalam pembentukan karakter anak.
Terkadang kita ingin tampil lebih profesional,sistimatis dan bersahaja namun terbatasnya waktu jam pelajaran sehingga diskusi itu tidak maksimal seperti yang diharapkan. Selanjutnya menurut saya tidak semua topik cocok dengan metode diskusi jadi tidak berkesinambungan.

Laelatul Badriyah S2 Dikdas PGMI said...

assalamu'alaikum Wr.Wb.
idealnya memang diskusi dilakukan dengan cara yang seperti bapak utarakan, akan tetapi sering terjadi banyak diantara guru, mereka seolah-olah menjadi orang yang paling tahu. hal ini saya rasakan ketika saya belajar di bangku Mts dan MA. jika saja semua guru dapat memberikan kesempatan kepada muridnya untuk diskusi pada waktu itu mungkin akn lebih paham. akan tetapi sekarang zaman sudah berbeda dan dengan sistem kurikulum yang berbeda maka siswa diberi kebebasan untuk menyampaikan gagasan dan ide-idenya ketika proses pembelajaran.
trimakasih bapak saya banyak belajar dari bapak.
wassalamu'alaikum Wr.Wb

mufarikhin said...

aduh....bahagianya jadi siswa kalau ini terealisir. Hidup telah merdeka, aktualisasi ide juga merdeka. Akan tetapi the most important is bagaimana menciptakan keakraban guru-siswa sehingga aktualisasi ide siswa tidak dibayang-bayangi ketakutan terhadap guru

Dr. Marsigit M.A. said...

Menanggapi Pak Mufarikin: Itulah pentingnya mengembangkan keterampilan komunikasi antara guru dan siswa. Jika kita yakin bahwa hidup adalah menterjemahkan dan diterjemahkan maka dengan serta merta guru dan siswa secara ikhlas berketerlibatan secara tali temali nan konstruktif untuk meningkatkan segenap kemampuan dan pengalaman. Dan tentulah itu memerlukan perjuangan pendek, menengah dan panjang. Amien (Dosen: Dr. Marsigit)

Sairan said...

Kalau diskusi, kelasnya terus jadi rame. Ruang sebelahnya jadi terganggu. Ada perasaan ga enak. Di satu sisi aku berharap bisa menjadi guru ideal tapi ... di sisi lain aku juga ingin menghargai perasaan teman yang sedang mengajar di ruang sebelah.
Wah kalau sudah kayak gini, buyar apa yang aku rencanakan sebelumnya. Pembelajaran kooperatif tipe NHT jadi ga bisa berjalan sesuai rencana awal... Gimana coba pak. Apakah saya mengkhawatirkan ???

KARSO MULYO said...

Saya setuju. Dan itu adalah bagian dari profesionalisme guru. Selalu ingin saya praktekkan. Hidup guru! gaji naik, tenaga bertambah, mutu pendidikan makin berkualitas.

SUGIPARYANTO said...

Terima kasih Pak. Ini masukan yang penting buat kami kushusnya saya.
Dalam pembelajaran matematika yang saya lakukan juga dengan cara diskusi, siswa saya bagi dalam kelompok-kelompok kecil untuk menyelesaikan soal-soal latihan. Kalau ada siswa yang bertanya, saya menawarkan kepada siswa lain atas solusi yang ditanyakan siswa tersebut. Siswa saya arahkan untuk bertanya kepada kelompoknya, dengan begitu siswa akan "bebas", tidak merasa takut atas pertanyaannya tersebut.
Tapi saya juga kawatir Pak, kalau dengan diskusi tersebut, karena waktu yang digunakan lebih banyak sehingga kelak waktunya habis padahal materi masih tersisa.