Thursday, November 27, 2008

Undangan Bergabung dengan Blog Pendidikan Matematika

Kepada Bapak dan Ibu guru yang masih ingin berkomunikasi tentang pembelajaran matematika dengan Bahasa Indonesia, saya menyediakan Blog dengan alamat:

http://pbmmatmarsigit.blogspot.com/

Selamat bergabung

Marsigit, Nopember 2008

9 comments:

Tri Mulyono Edi Saputro said...

Usaha-usaha (Saya) untuk Meningkatkan PBM Matematika menuju Kualitas ke Dua (antara Teori dan Pengalaman)

Belajar bukan hasil dari pengembangan; Belajar adalah pengembangan. Belajar memerlukan penemuan dan pengorganisasian sendiri oleh pelaja. Oleh karena itu guru perlu memberikan kesempatan kepada pelajar untuk memunculkan pertanyaannya sendiri, membuat hipotesis dan model serta mengujinya. (Fosnot dalam John Van De Walle, 2008: VX)
Di dalam dunia yang terus berubah, mereka yang memahami dan dapat mengerjakan matematika akan memiliki kesempatan dan pilihan yang lebih banyak dalam menentukan masa depannya. Kemampuan dalam matematika akan membuka pintu untuk masa depan yang produktif. Lemah dalam matematika membiarkan pintu tersebut tertutup… Semua siswa harus memiliki kesempatan dan dukungan yang diperlukan untuk belajar matematika secara mendalam dan dengan pemahaman. Tidak ada pertentangan antara kesetaraan dan keunggulan (NCTM dalam John Van De Wall, 2008: 1)
Sebenarnya yang paling mendasar setelah anak/siswa setelah belajar matematika, ia akan mengatakan ternyata “matematika itu masuk akal juga” artinya mereka mempunyai kepercayaan diri bahwa mereka cepat dan mudah sekali memahami matematika dan yakin atas kemampuannya dalam mengerjakan matematika. Untuk mewujudkan hal tersebut dalam proses belajar mengajar matematika harus memiliki kekuatan-kekuatan baik yang dilakukan guru, siswa, proses, bahan pendukung lingkungan (suasana), serta evaluasi .
Hal ini sejalan dengan standar professional untuk mengajar matematika oleh National Council of Teachers of Mathematics (John Van De Walle, 2008:B-1 – B-2), sebagai berikut:
1. Manfaat tugas – tugas matematika
Guru matematika harus memberikan tugas yang didasarkan pada pandangan bahwa matematika adalah penting dan logis, pengetahuan tentang pemahaman, ketertarikan dan pengalaman siswa, pengetahuan tentang cara-cara yang berbeda siswa belajar matematika, melibatkan intelektual siswa, mengembangkan pemahaman dan keahlian matematika siswa, merangsang siswa untuk membuat hubungan dan mengembangkan kerangka kerja koheren dari ide-ide matematika, meminta memformulasikan masalah, menyelesaikan masalah, dan member alasan secara matematis, meningkatkan kumunikasi tentang matematika, menyatakan matematika sebagai aktivitas manusia yang terus menerus, memperlihatkan sensitivitas dan melibatkan latar belakang pengalaman dan watak atau sikap yang berbeda-beda dari siswa, meningkatkan perkembangan watak atau sikap semua siswa untuk mengerjakan matematika.
2. Peran Guru dalam Diskusi
Guru matematika harus mengatur diskusi dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan dan tugas-tugas yang mengundang, melibatkan, dan menantang setiap pemikiran siswa, mendengarkan secara baik-baik ide-ide siswa, menanyakan kepada siswa untuk menjelaskan dan menguji ide – ide mereka dengan kata-kata maupun secara tertulis, memutuskan apa yang akan dituju secara mendalam dari ide-ide yang dibawa siswa ke dalam diskusi, memutuskan kapan dan bagaimana memberikan notasi dan istilah matematika terhadap ide-ide siswa, memutuskan kapan member informasi, kapan menjelaskan sebuah topic, kapan memodelkan, kapan memimpin, dan kapan membiarkan siswa bergulat dengan kesulitan,memonitor partisipasi siswa didalam diskusi dan memutuskan kapan dan bagaimana untuk mendorong setiap siswa agar berpartisipasi.
3. Peran siswa dalam diskusi
Guru matematika harus mengembangkan diskusi sehingga para siswa mendengar, merespon, dan bertanya kepada guru dan saling bertanya kepada teman-temannya, menggunakan berbagai macam alat untuk memberi alasan, membuat hubungan, menyelesaikan masalah, dan berkomunikasi, mengajukan masalah dan pertanyaan, membuat dugaan dan menyajikan penyelesaian, member contoh dan penyanggah untuk menyelidiki suatu dugaan, mencoba menyakinkan diri mereka sendiri dan teman-temannya tentang kebenaran pengungkaran, penyelesaian, dugaan dan jawaban, menyadarkan pada alas an dan bukti matematika untuk menentukan kebenaran.
4. Alat – alat untuk meningkatkan diskusi
Guru matematika untuk meningkatkan diskusi harus mendorong dan memperbolehkan penggunaan computer, kalkulator, dan teknologi yang lain, benda-benda kongkrit yang digunakan sebagai model, gambar, diagram table dan grafik, istilah dan symbol yang ditemukan dan disepakati, metafora, analogi, dan cerita, hipotesis, penjelasan dan alas an tertulis serta presentasi dengan kata-kata dan dramatisasi.
5. Suasana Belajar
Guru matematika harus membuat suasana belajar yang membantu perkembangan kekuatan setiap siswa dengan menyediakan dan mengatur waktu yang diperlukan untuk mengungkap matematika yang logis dan menghadapi ide-ide serta masalah yang penting, menggunakan ruang fisik dan benda-benda untuk memfasilitasi belajar matematika siswa, menyediakan sesuatu yang dapat mendorong perkembangan keahlian dan kecakapan matematika siswa, serta menghargai dan menilai ide-ide, cara berpikir, dan watak atau sikap matematik siswa. Secara konsisten mengharapkan dan mendorong siswa untuk bekerja secara mandiri atau berkelompok untuk siswa untuk bekerja secara mandiri atau berkelompok untuk memahami matematika, mengambil resiko intelektual dengan mengajukan pertanyaan dan merumuskan dugaan serta memperlihatkan perasan tentang kompetensi matematika dengan memeriksa dan mendukung ide-ide dengan menggunakan alasan matematik.
6. Analisis belajar mengajar
Guru matematika harus melakukan analisis belajar mengajar secara terus menerus dengan mengamati, mendengarkan, dan mengumpulkan informasi lain tentang siswa untuk menilai apa yang mereka pelajari, memerikasa pengaruh tugas, diskusi dan suasana belajar terhadap pengetahuan, keterampilan, dan watak atau sikap siswa untuk memastikan bahwa setiap belajar matematika yang penting dan logis dan mengembangkan watak atau sikap positif terhadap matematika, menghadapi dan memperluas ide-ide siswa, menyesuaikan atau mengubah aktivitas ketika mengajar, membuat rencana, baik jangka pendek maupun jangka panjang serta menggambarkan dan member komentar tentang belajar setiap siswa yang ditujukan kepada orang tua, administrator, dan siswa sendiri.
Dari enam standar tersebut, secara tidak langsung kita telah melakukannya namun, misalnya saja pernah penulis lakukan dengan mengadakan pembelajaran model pakem, dengan suasana pembelajaran yang berbeda sebelumnya yaitu pemutaran CD pembelajaran di ruang multimedia dilanjutkan secara berkelompok mengadakan observasi atau analisis permasalahan di luar kelas atau outdoor mathematics, kemudian mempersentasikannya di ruang kelas dan atau di ruang multimedia dengan memanfaatkan paket program Komputer. Dalam menyelesaikan suatu permasalahan siswa di beri kebebasan untuk mengungkapkan pendapat menurut pengetahuan, kemudian penarikan kesimpulan atas jawab analisisnya berdasarkan matematis. Suasana yang ditampilkan adalah senang, gembira, tanpa ada paksaan, setelah dievaluasi ternyata pengetahuan baru saja lebih bermakna. Mereka diakhir pembelajarannya memberikan refleksi baik penyampaian guru, siswa-siswa baik secara tertulis maupun lesan. Dalam soal latihan, biasanya soal yang membuat guru, penulis mencoba soal yang membuat siswa sendiri disertai penyelesaiannya yang sebelumnya dikonsultasikan guru terlebih dahulu, setelah siap, siswa secara bergiliran berusaha menjawab pertanyaan yang diberikan teman-temannya. Ini berguna karena mereka akan belajar dengan teman sebayanya dengan bahasanya. Setiap hari Sabtu guru menyediakan waktu konsultasi terhadap kesulitan yang masih dihadapi siswa tentang materi yang sudah atau sedang dipelajari. Dalam pembelajaran siswa berusaha mencari kebermaknaan materi terhadap kehidupannya.
Walaupun demikian masih ada yang belum dilakukan terutama penulis, misalnya belum 100% siswa diberi kebebasan mengungkapkan idenya, penilaian belum sistematis dan belum maksimal mengungkap hal yang berhubungan dengan keberhasilan maupun kesulitan siswa, atau refleksi terhadap metode pembelajaran yang digunakan. Hal ini semua tentunya banyak sekali faktornya, diantaranya siswa dalam satu kelas yang diisyaratkan pemerintah masih cukup besar, ketidakkompakan pengambil kebijakan baik yang ada di sekolah maupun di atasnya dengan pelaksana (guru) dilapangan, masih banyak guru matematika sendiri yang belum memahami apa itu belajar dan pembelajaran matematika, lunturnya sikap ikhlas dalam memfasilitasi siswa dalam belajar, dan lain-lain. Namun jangan risau terhadap kendala maupun banyaknya hal yang harus dibenahi berdasarkan standar mengajar matematika sesuai yang ditetapkan NCTM tersebut. Yang terpenting kita sebagai guru matematika punya niat untuk merubah diri dan merubah paradigma tradisional tentang mengajar matematika. Perubahan besar tidak akan datang seketika namun suatu saat aka nada perubahan besar tergantung diri kita untuk berubah kea rah yang lebih maju.

Referensi:
John. A Van De Walle. 2008. Elementary and Middle School Mathematics. Alih Bahasa Suyono. Jakarta: Erlangga.

----------. 2008. Kurikulum & Pembelajaran. Jakarta: Putra Bhaktimandiri

Marsigit said...

Bagus. Saya menghargai usaha bapak semoga ini menjadi awal bagi kita semua untuk melangkah lebih maju. Sehingga pada akhirnya kita akan bisa merevitalisasi masa lalu kita, dengan kreativitas sekarang ini, untuk menatap masa depan kita dengan penuh keyakinan. Amien.(Marsigit)

Iwan Sumantri said...

USAHA-USAHA (SAYA) UNTUK MENINGKATKAN PBM MATEMATIKA MENUJU KUALITAS KEDUA ( ANTARA TEORI DAN PENGALAMAN)

(Oleh : Iwan Sumantri, S.Pd Peserta Sertifikasi Jalur Pendidikan UNY 2008)



1. Adanya kesadaran pada diri guru untuk senantiasa dan secara terus menerus meningkatkan pengetahuan dan kemampuan yang diperlukan guna meningkatkan kualitas kerja sebagai guru profesional.
2. Meningkatkan kualitas pribadi selaku guru matematika dengan berbagai macam kegiatan yang ada kaitannya dengan peningkatan PBM matematika seperti MGMP,seminar dll
3. Memperbanyak tukar pikiran tentang hal-hal yang berkaitan dengan pengalaman mengembangkan materi pembelajaran dan berinteraksi dengan peserta didik. Tukar pikiran tersebut bisa dilaksanakan dalam pertemuan guru matematika di sanggar kerja guru, ataupun dalam seminar-seminar yang berkaitan dengan hal itu. Kegiatan ilmiah ini hendaknya selalu mengangkat topik pembicaraan yang bersifat aplikatif, artinya, hasil pertemuan bisa digunakan secara langsung untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar matematika. Hanya perlu dicatat, dalam kegiatan ilmiah ini semacam ini hendaknya faktor-faktor yang bersifat adminsitrartif harus disingkarkan jauh-jauh. Misalnya, tidak perlu yang memimpin harus kepala sekolah
4. Akan Lebih baik kalau apa yang dibicarakan dalam pertemuan-pertemuan ilmiah yang dihadiri para guru matematika adalah merupakan hasil penelitian yang dilakukan oleh para guru matematika itu sendiri, dimana harus diyakini bahwa hasil-hasil penelitian tentang apa yang terjadi di kelas dan di sekolah yang dilakukan oleh para guru matematika adalah sangat penting untuk meningkatkan kualitas PBM matematika menuju kualitas kedua. Sebab masih banyak masalah-masalah yang berkaitan dengan proses belajar mengajar di kelas yang sampai saat ini belum terpecahkan dan perlu untuk dipecahkan. Misalnya, langkah-langkah apa saja yang harus dipecahkan untuk menghadapi murid yang malas atau mempunyai jati diri yang rendah atau pemalas dalam belajar matematika di kelas. Bagaimana mendorong peserta didik agar mempunyai motivasi untuk belajar matematika. Bagaimana cara menanggulangi peserta didik yang senantiasa punya anggapan bahwa matematika itu susah, sulit, sukar. Bagaimana meningkatkan interaksi belajar siswa dll.
5. Guru matematika harus membiasakan diri untuk mengkomunikasikan hasil penelitian yang dilakukan, khususnya lewat media cetak. Untuk itu tidak ada alternatif lain bagi guru untuk meningkatkan kemampuan dalam menulis laporan penelitian ( misalnya menulis PTK ).
6. Meningkatkan kegiatan profesional kesejawatan yang baik, harmonis dan obyektif dengan disertai adanya wadah/kelembagaan, bentuk kegiatan, mekanisme, dan standard profesional practice.
7. Kelompok kegiatan yang dibentuk merupakan wadah kegiatan dimana antara anggota sejawat bisa saling asah, asuh dan asih untuk meningkatkan kualitas diri masing-masing khususnya kualitas dalam meningkatkan PBM Matematika.
8. Secara terperinci kegiatan kelompok ditunjukan untuk :
a) Meningkatkan kualitas dan kemampuan dalam Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar Matematika (misalnya seperti diskusi tentang silabus,RPP,Substansi materi pelajaran, mengkaji hasil evaluasi penampilan guru dll)
b) Meningkatkan penguasaan dan pengembangan keilmuan matematika ( misalnya kegiatan kajian jurnal dan buku baru, mengikuti jalur pendidikan yang lebih tinggi, melaksanakan penelitian dll)
c) Meningkatkan kemampuan untuk mengkomunikasikan masalah akademis (misalnya kegiatan menulis artikel, menyusun laporan penelitian) menyusun makalah, meriview buku dll)
9. Membuat wadak aktifitas profesional untuk meningkatkan kemampuan profesional guru matematika yang tidak bersifat searah tetapi bersifat multiarah, artinya aktifitas yang dilaksanakan bersifat komprehensif dan total yang mencakup presentasi, obervasi, penilaian, kritik, tanggapan, saran dan bimbingan. Agar kegiatan kelompok bisa berjalan dengan baik, sehingga dapat diwujudkan hubungan timbal balik kesejawatan yang obyektif bebas dari rasa rikuh, pekewuh dan sentimen perlu dikembangkan suatu norma kriteris yang obyektif sebagai dasar untuk saling memberikan penilaian terhadap karya dan penampilan sejawat yang berdasarkan acuan kerangka teoritis dan praktis yang bisa dikaji. Misalnya untuk menilai PBM matematika yang bisa di kembangkan berdasarkan kerangka perilaku guru yang baik .

ENI ROHAYATUN said...

Usaha-usaha (Saya) Untuk Meningkatkan Proses Belajar Mengajar Matematika Menuju Kualitas Ke Dua (antara teori dan pengalaman):

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Lesson Plan) informal.
Siswa sebagai subyek pembelajaran.
Pembelajaran berdasarkan kebutuhan siswa.
Pembelajaran yang berpusat pada siswa.
Pembelajaran berkelompok (kooperatif).
Pembelajaran berbasis masalah.
Metode pembelajaran yang bervariasai.
Menggunakan model pembelajaran yang inovatif.
Belajar dari teman /tutor sebaya.
Pembelajaran dengan berkolaborasi.
Pembelajaran out door.
Pembelajaran dengan ICT.
Pembelajaran yang kontekstual.
Pembelajaran dengan alat peraga.
Pembelajaran dengan L K S.
Pembelajaran matematika sesuai dengan hakekat matematika sekolah.
Pembelajaran yang kontruktifisme.
Penilaian yang otentik.
Team teaching.
Lesson study.
Gemar melakukan open class.
Gemar melakukan penelitian.
Guru bertugas melayani siswa.
Pertanyaan guru sifatnya direct question.
Memberi penghargaan/pujian kepada siswa.
Siswa diberi kesempatan mengeksplor kemampuan/pendapatnya.
Siswa`dimotivasi agar berani mengungkapkan pandapatnya baik dalam PBM, diskusi maupun presentasi.

Nama : Eni Rohayatun, M.Pd
NIM : 08301289021
Mata Kuliah : Perencanaan Pembelajaran Matematika
Program : Sertifikasi Guru
Mengajar : Matematika/ IX
Asal Sekolah : SMP 2 Jetis Bantul
Alamat : Canden Jetis Bantul
No. HP : 081328749772
Alamat Rumah : Jl. Sultan Agung Km 1 Palbapang Bantul Yogyakarta
(Guruserrtifikasi Enirohayatunbantul)

La Ode A.Alam-Buton said...

Usaha-Usaha (Saya) Untuk Meningkatkan PBM Matematika menuju Kualitas ke Dua (antara Teori dan Pengalaman)

(oleh: La Ode Absari Alam U.B, Peserta Sertifikasi Jalur Pendidikan angkatan ke 2 UNY 2008)

Matematika masih merupakan mata pelajaran yang menakutkan untuk sebagian besar siswa baik di tingkat SD, SMP, dan SMA. Oleh sebab itu kita sebagai guru Matematika harus senantiasa mencari dan mengembangkan tehnik-tehnik pembelajaran yang dapat memberikan rasa senang kepada siswa pada saat belajar Matematika sehingga sedikit demi sedikit penilaian siswa tentang sulitnya belajar matematika akan dapat dieliminir.

Hal-hal yang dapat kita lakukan untuk merangsang siswa agar senang belajar matematika salah satunya adalah memberikan soal latihan step by step sesuai dengan tingkat kesulitannya dimulai dari soal yang mudah, sedang dan sulit.

Sebagai Guru Matematika kita juga harus mengembangkan kemampuan kita dalam menyampaikan materi kepada siswa karena salah satu penilaian siswa tentang sulitnya Matematika karena siswa tidak dapat menalar materi yang disampaikan oleh guru dalam proses belajar mengajar.

Sebagai guru Matematika hendaknya mengembangkan LKS,RPP bukan hanya sekedar pelengkap administrasi saja yang mungkin sewaktu-waktu dipriksa oleh pengawas mata pelajaran tetapi hendaknya RPP yang dibuat adalah RPP yang benar-benar merefleksikan kegiatan belajar matematika yang Inovatif.

Usaha-usaha kita sebagai guru Matematika untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Matematika dapat dilakukan dengan cara:
1. Mengikuti Forum ilmiah yang berhubungan dengan pembelajaran matematika Inovatif.
2. Mengikuti kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh MGMP baik tingkat Propinsi, Kabupaten/kota, ataupun sekolah.
3. Bertukar pikiran bersama para ahli melalui email dll.
4. Tdak takut untuk melakukan penelitian tentang pembelajaran Matematika yang Inovatif.

Dede_Sudjadi said...

Usaha-usaha (Saya) untuk Meningkatkan PBM Matematika Menuju Kualitas ke-2 (Antara Teori dan Pengalaman)
A. Usaha secara Internal
- Menyadari sepenuh hati bahwa kegiatan PBM merupakan kewajiban pokok selaku guru. Oleh karena itu saya harus bertanggung jawab atas keberhasilan peserta didik khusus dalam prestasi matematika, umumnya keberhasilan peserta didik di jenjang SMP.
- Belajar sepanjang hayat, dalam artian saya harus jangan bosan dan lelah untuk memperoleh ilmu matematika untuk disumbangkan kepada peserta didik, walau usia makin tua. Hal ini disadari, bahwa semakin ilmu itu diperoleh, maka semakin jelas kebodohan saya di saat ini. Apalagi dengan kemajuan jaman yang tak terbendung lagi, sangat dimungkinkan bahwa peserta didik lebih tahu dari gurunya.
B. Usaha Eksternal
- Banyak membuat karya ilmiah. selama ini guru sebagai harapan kemajuan peserta didik, orang tua dan bangsa Indonesia, masih jarang membuat hasil karya. Adapun hasil karya yang ada belum tergolong karya ilmiah, karena tidak dilakukan berdasarkan prosedur ilmiah. Saya harus mampu menghasilkan karya-karya ilmiah minimal dapat digunakan bagi peserta didik di lingkungan saya.
- Banyak mengikuti forum ilmiah.
- Membiasakan mempresentasikan hasil pendidikan dan latihan kepada rekan sejawat dan mendiskusikan rencana kerja dan solusi pemecahan masalah
- Jadilah saya sebagai pioner bagi kemajuan pendidikan minimal di lingkungan saya sendiri.

Dede Sudjadi - 08301289019
Pend. Matematika
FMIPA - UNY Yogyakarta

KARSO MULYO said...

USAHA-USAHA (SAYA) UNTUK MENINGKATKAN PBM MATEMATIKA MENUJU KUALITAS KEDUA ( ANTARA TEORI DAN PENGALAMAN)

(Oleh : Karso Mulyo, S.Pd Peserta Sertifikasi Jalur Pendidikan UNY 2008)
Antara lain:
1. Memahami materi matematika sedalam mungkin untuk tingkat Nasional maupun Internasional
2. Merencanakan pembelajaran matematika yang berorientasi pada aktivitas belajar siswa
3. Melaksanakan pembelajaran dengan mewujudkan kondisi belajar bagian dari kehidupan sehari-hari
4. Mengembangkan kemampuan siswa secara utuh: kognitif, afektif, psikomotorik
5. Melaksanakan pengukuran perkembangan kemampuan siswa secara utuh
6. Memanfaatkan media dan alat peraga seoptimal mungkin dalam rangka mempermudah,mempercepat, memacu penguasaan materi.
7. Melaksanakan model dan metode pembelajaran sesuai tuntutan zaman

Dr. Marsigit, M.A said...

Saya mengharap jika Bapak Ibu sudah mempunyai Blog sendiri, maka tugas-tugas jangan di posting di Comment tetapi di posting do Blog masing-masing. Selanjutnya marilah Comment kita gunakan untuk saling bertanya dan menjawab (Marsigit)

Agus supranto,S.Pd said...

USAHA-USAHA ( SAYA ) UNTUK MENINGKATKAN PROSES PEMBELAJARAN MATEMATIKA ( PBM ) MENUJU KUALITAS KEDUA


Terkait dengan pencerahan yang telah kami peroleh melalui pendidikan sertifikasi dan dalam upaya meningkatkan proses pembelajaran menuju kualitas kedua matematika, saya berusaha ( untuk hijrah ) mengubah paradigma cara belajar matematika. Hal tersebut saya laksanakan pertama-tama dalam hal :
1.Tetap melaksanakan kegiatan .” Klinik Matematika”, di sekolah
Kegiatan klinik matematika yang sudah berjalan tadinya dilaksanakan untuk melayani siswa yang mempunyai masalah terhadap matematika, tetapi dalam perkembangannya juga melayani siswa yang gemar matematika ( bagi mereka yang ingin memperoleh pemahaman lebih jauh). Kegiatan klinik ini dilaksanakan sebagai bentuk kegiatan Ekstrakurikuler.
2.Mengadakan pendekatan ( sesekali ) pada peserta didik
Kepada peserta didik yang sungkan bertanya, takut, atau malu diadakan pendekatan ( diajak bicara – pola keakraban ) walaupun pelaksanaannya diluar jam pelajaran.
3.Model pembelajaran
Mencobakan menerapkan pembelajaran berkelompok ( cooperatif learning ) dengan berbagai tipe seperti : STAD, Jigsaw, TAI, NHT, dll. Tujuannya pembelajaran yang menyenangkan dan tidak monoton.
4.Stratetgi pembelajaran
Mencoba memberikan kesempatan pada siswa untuk mengembangkan mempelajari suatu konsep sendiri / membangun pengetahuannya sendiri, dengan menghindari “ transfer of learning”, tetapi mencoba, “lesson study”.
5.Pendekatan pembelajaran
Mencoba menggunakan pendekatan RME atau CTL, walaupun tidak setiap saat. Yang penting peserta didik belajar aktif, kreatif dan menyenangkan.
6.Menerapkan pembelajaran teridentifikasi
Maksudnya kita mengidentifikasi peserta didik yang pandai ( tuntas ) untuk membelajarkan siswa lain ( tutor sebaya ) variasinya dengan menggunakan LKS.
7.Mengarahkan peserta didik untuk “ learning by doing”’ atau “ doing mathematics”’ dan menghindari “ telling mathematics”.
8.Menciptakan ( sesekali ) cognitif conflict.
Maksudnya sesekali ciptakan / munculkan, konflik / pertanyaan dalam diri peserta didik, tujuannya untuk memperkaya pemahaman.
Contoh : Diketahui x = 1
Karena x = 1 maka x= 1, sehingga x= x ……………. (1)
Akibatnya ( x- 1 ) = x – 1 ( x-1 )( x+1 ) = x -1 …… (2)
Dengan aturan pencoretan diperoleh : x + 1 = 1 ………… (3)
Sehingga 1 + 1 = 1 …………………………………. (4)
Jadi 2 = 1 ……………………………………. (5)
Siswa tentu kaget, kenapa 2 = 1. Kita dapat meminta siswa untuk berpikir, kritis, cermat dan teliti.
9.Mengajukan soal-soal open – ended dan divergen.
10. Dan lain-lain.

Nama : Agus supranto,S.Pd alias Pran
NIM. : 08301289015
NO. HP. : 085 218 273 390
Program. : Sertifikasi Guru Matematika
Asal : SMP Negeri 1 Gunungguruh
Alamat : Kergan Tirtomulyo Kretek Bantul Yogyakarta 55772